Potensi di kawasan Greater Surabaya Metropolitan Ports begitu besar, di akhir tahun 2020 tercatat sebanyak 14.409 unit kapal beroperasi yang membuat kawasan lautnya menjadi kawasan yang alur pelayarannya terpadat di Indonesia. Kawasan tersebut juga sedang dilaksanakan pembangunan rencana pelabuhan baru (Terminal Socah) sehingga mengakibatkan sedimentasi dan juga penyempitan alur laut serta penyempitan wilayah laut Selat Madura sehingga mengakibatkan perubahan luas wilayah laut. Tugas akhir ini bertujuan untuk mengevaluasi fasilitas perairan sesuai dengan peraturan DLKp/DLKr yang berlaku yang dapat mempengaruhi jarak, waktu dan biaya bahan bakar kapal. Dalam melakukan evaluasi, digunakan metode model matematis optimasi untuk mengurangi jarak, waktu tempuh kapal di pelabuhan. Dengan turut menganalisa kedalaman laut, kondisi area terbatas, posisi antar fasilitas serta kondisi saat ini yang menjadi faktor batasan. Juga terdapat tujuh pelabuhan yang dijadikan sebagai pelabuhan tujuan, diantaranya Pelabuhan Manyar, Terminal PT. Siam Maspion (TUKS), Pelabuhan Gresik, Terminal Teluk Lamong, Terminal Petikemas Surabaya, Tanjung Perak dan Terminal Socah. Hasil optimasi didapatkan posisi area fasilitas perairan yang efisien dengan total biaya bahan bakar kapal keseluruhan sebesar 504,714,475 rupiah, dengan selisih 15.367.313 rupiah lebih murah dibandingkan menggunakan fasilitas saat ini.
Copyrights © 2021