Jurnal Sains dan Seni ITS
Vol 10, No 1 (2021)

Narasi ‘Blindness’ pada Perancangan Pusat ‘Edutainment’ Berbasis Multisensori

Akira Nuril Shafira (Departemen Arsitektur Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya)
Arina Hayati (Departemen Arsitektur Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya)



Article Info

Publish Date
10 Sep 2021

Abstract

Blindness atau ketunanetraan merupakan salah satu bentuk disabilitas fisik yang hingga saat ini masih cenderung dipandang negatif, terutama di lingkungan masyarakat. Pemahaman negatif ini timbul karena masyarakat pada umumnya memiliki pola pikir, mendefinisikan, serta memperlakukan penyandang disabilitas berdasarkan konsep normalitas yang berimplikasi pada sikap ableisme terhadap penyandang tunanetra yang memiliki keterbatasan penglihatan. Oleh karena itu, penyandang tunanetra harus menghadapi berbagai macam bentuk hambatan ketika berada di lingkungan dan bangunan. Arsitektur dan lingkungan terbangun yang mewadahi aktivitas pengguna seringkali dirancang dengan elemen visual sebagai fokus utamanya, sehingga menimbulkan terjadinya sebuah fenomena yang disebut bias visual pada arsitektur atau ocularcentrism. Paper ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman ‘blindness’ secara narasi di lingkungan binaan doteralam dalam konsep perancangan bangunan edukasi dan entertainment (Edutainment). Konsep perancangan bangunan ‘Edutainment’ adalah memberikan peluang pengguna mengalami arsitektur berbasis multisensory untuk berbagai aktivitas, antara lain belajar, bermain, serta bersosialisasi. Disamping itu, pengguna dapat memaknai ruang arsitektur dengan mengunakan semua indera selain indera penglihatan.

Copyrights © 2021