Pandemi Covid-19 belum juga selesai. Sejak kemunculannya pada bulan Maret 2020 di Indonesia berbagai sektor ikut terdampak. Tak terkecuali dunia pendidikan. Pemerintah menganjurkan agar pembelajaran dilaksanakan secara daring agar virus tidak menyebar luas. Namun pembelajaran daring menimbulkan berbagai macam problematika. Untuk itu diperlukan terobosan mengatasi problematika pembelajaran daring agar pembelajaran tetap bermakna dan diminati siswa. Salah satu solusi mengatasi permasalahan itu adalah dengan kegiatan home teaching, yaitu pembelajaran tatap muka langsung terbatas mengikuti ketentuan protokol kesehatan. Metode ini dilakukan dengan cara guru mendatangi rumah-rumah siswa SD Djama’atul Ichwan secara bergilir sesuai kelompok dan jadwal home teaching meliputi pelaksanaan KBM dari awal hingga akhir dengan durasi waktu 120 menit. Kegiatan ini dilaksanakan mulai tanggal 15 Maret sampai 8 April. Kegiatan ini bertujuan agar orang tua, siswa, dan guru memiliki kesadaran bahwa home teaching merupakan strategi pembelajaran yang tepat terutama di lakukan di tengah era pandemi Covid-19. Simpulan dari kegiatan home teaching adalah problematika pembelajaran daring dapat diminimalkan dengan model tatap muka terbatas selama pelaksanaan home teaching. Melalui model ini hasil nyata yang diperoleh siswa adalah terjadinya proses pembelajaran langsung antara siswa-guru, yang secara psikologis akan berpengaruh besar pada hasil belajar siswa karena siswa dapat memperoleh pelajaran dalam kondisi suka cita bertemu teman-temannya. Selain itu interaksi yang terjadi antar siswa maupun guru dengan siswa mampu menjaga relasi sosial yang dibutuhkan dalam rangka memperoleh hasil terbaik dalam proses belajar mengajar di Sekolah SD Djama’atul Ichwan Surakarta.
Copyrights © 2021