Artikel ini bertujuan untuk menganalisis struktur pasar, efisiensi, dan determinan kinerja industri pupuk di Indonesia. Studi ini menerapkan kerangka Structure-Conduct-Performance (SCP) yang diusulkan oleh Pemikiran Harvard (kekuatan pasar) dan UCLA-Chicago (struktur efisiensi). Studi ini menggunakan data panel yang disusun dari laporan tahunan produsen pupuk selama periode 2008 – 2017 dan publikasi statistik dari kementerian pertanian. Penelitian ini mengimplementasikan Data Envelopment Analysis (DEA) dan regresi data panel untuk mengestimasi data. DEA merupakan metode non-parametrik yang digunakan untuk mengukur efisiensi teknis dan skala. Sedangkan regresi data panel digunakan untuk mengestimasi determinan kinerja perusahaan (ROA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa industri pupuk memiliki kekuatan pasar berdasarkan tiga karakteristik; jumlah incumbent (5), tingkat konsentrasi pasar (95,48 persen), dan kondisi hambatan masuk. Sementara itu, skor efisiensi teknis industri rendah (0,584), tetapi skor efisiensi skala tinggi (0,950). Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa kinerja perusahaan ditentukan oleh efisiensi, bukan kekuatan pasar. Efisiensi teknis dan skala berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja. Di sisi lain, kekuatan pasar berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap kinerja. Temuan ini mendukung Pemikiran UCLA-Chicago bahwa efisiensi adalah faktor utama kinerja perusahaan.
Copyrights © 2021