AbstrakKompetisi Sains Nasional (KSN) merupakan wadah kompetitif untuk meningkatkan kompetensi pendidikan. Pelatihan sebagai persiapan untuk mengikuti KSN dilakukan oleh sekolah dan dinas pendidikan. Pelatih sekaligus penulis bekerja sama dengan Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Kota Sungai Penuh untuk melaksanakan pelatihan KSN matematika. Bagi penulis, kerja sama ini merupakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat, khususnya kepada sekolah. Pelatihan dirancang melalui proses pembelajaran berbasis puzzle (puzzle-based learning) yang dilaksanakan dalam 10 pertemuan. Pertemuan pertama ditujukan untuk pengenalan KSN dan model pembelajaran yang akan diterapkan, yaitu pembelajaran berbasis puzzle. Model ini diterapkan pada 8 pertemuan selanjutnya. Puzzle-puzzle disesuaikan dengan materi pembelajaran. Pada pertemuan terakhir dilakukan tryout sebagai bentuk evaluasi dan uji coba sebelum mengikuti KSN matematika tingkat Kabupaten/Kota. Melalui pelatihan yang dilakukan, penulis menemukan bahwa peserta didik termotivasi untuk belajar ketika menggunakan puzzle. Mereka mamandang puzzle sebagai suatu tantangan yang harus diselesaikan. Motivasi tinggi ditunjukkan oleh peserta didik dengan mengerahkan semua kemampuan matematika yang mereka miliki untuk menyelesaikan puzzle. Kondisi pembelajaran seperti ini sangat tepat untuk mendukung kemampuan penyelesaian masalah dan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Temuan ini sesuai dengan apa yang diharapkan dalam kegiatan KSN sebagai wadah yang kompetitif untuk penguatan pendidikan di Indonesia.Kata kunci: pembelajaran berbasis puzzle, matematika, kompetisi sains nasional AbstractThe National Science Competition (KSN) is a competitive platform to improve educational competence. Training in preparation for KSN is conducted by schools and education offices. The trainer and also writer collaborated with Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Kota Sungai Penuh to carry out KSN training in mathematics. For the authors, this collaboration was an activity for community service, especially to the schools. Training is designed through puzzle-based learning in 10 sessions. The first session was intended for the introduction of KSN and the learning model, namely puzzle-based learning. This model was applied to the next 8 sessions. The puzzles are adapted to the learning materials. Then the last session was conducted a tryout as a form of evaluation and trial before attending mathematics KSN in district level. Through the training, the authors found that learners were motivated to learn when using puzzles. They saw a puzzles as a challenge that must be solved. Learners showed high motivation by exerting all their mathematical abilities to solve puzzles. This kind of learning condition is very appropriate to support problem solving skills and high-level thinking skills. This finding was in accordance with what was expected in KSN activities as a competitive platform for strengthening education in Indonesia.Key words: puzzle-based learning, math, national science competition
Copyrights © 2021