Risiko penyebaran penyakit TBC yang utama dimulai di rumah. Perilaku pencegahan penderita TBC perlu ditekankan agar tidak menularkan penyakit kepada anggota keluarga yang lain. Perilaku pencegahan dimulai dengan pemberian imunisasi BCG, diagnosa dini TBC jika sudah ada gejala batuk menahun, pengobatan paket secara teratur dan rutin, sampai selesai paket pengobatan dan perilaku batuk, buang sputum, minum obat teratur sampai tuntas (Gero & Sayuna, 2017). Semakin baik tingkat pengetahuan keluarga semakin mecegah penularan tuberkulosis paru pada keluarga, hal ini dapat dikarenakan pengetahuan yang dimiliki keluarga akan berpengaruh terhadap sikap dan perilaku dalam pencegahan penularan tuberkulosis paru. Pengetahuan dan sikap merupakan penunjang dalam melakukan perilaku sehat (Febriansyah & Rosyid, 2017). Beberapa bentuk pencegahan penularan penyakit telah dilakukan oleh pemerintah terutama puskesmas sebagai pelayan kesehatan yang terdekat dengan masyarakat. Akan tetapi bentuk kegiatan yang dilakukan hanya berupa penyuluhan, sehingga diharapkan petugas kesehatan dapat melakukan pengontrolan dan evaluasi mengenai kegiatan penyuluhan yang telah dilakukan sebelumnya.Dengan demikian, dilaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini yang dilakukan dalam bentuk ceramah, tanya jawab, pelatihan serta FGD (Focus Group Discussion). Proses penyelenggaraan kegiatan ini dilakukan di Dusun Batu-Batu Desa Taraweang. Kegiatan dimulai dengan memberikan pendidikan terkait pencegahan penularan penyakit TB. Selain itu, untuk pendampingan penderita TB anggota keluarganya ikut dilibatkan dalam hal ini juga menjadi peserta dalam FGD.
Copyrights © 2021