Dengan belajar secara daring ternyata menimbulkan dampak negatif tidak menguntungkan bagi anak didik. Anak-anak menjadi kehilangan semangat belajar, kedisplinan bahkan tanggungjawab. Tugas sekolah dikerjakan oleh orang tua, hingga akhirnya kesulitan untuk mengukur hasil pembelajaran. Oleh karena itu pemerintah memutuskan untuk tatap muka terbatas (PTMT). Dengan PTMT ini diharapakan guru dapat melakukan penilaian terhadap hasil belajar siswa lebih falid. Berdasarkan observasi awal hanya 50% siswa yang dapat mencapai nilai KKM pada pembelajaran Matematika di kelas IX-C SMPN 1 Seberida yang dilaksanakan secara daring. Dari sini timbullah pemikiran penulis untuk melakukan upaya agar terciptanya proses pembelajaran yang lebih baik, dengan mengkombinasikan pembelajaran tatap muka dengan pembelajaran daring. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) aktivitas guru dan siswa meningkat dengan kategori sangat baik. (2) rata-rata hasil belajar dari 74 pada siklus 1 meningkat menjadi 79 pada siklus 2. (3) Ketuntasan siswa pada siklus 1sebesar 73% meningkat pada sikulus 2 menjadi 90%
Copyrights © 2021