Dari hasil penelitian prestasi belajar siswa pada siklus I yang memiliki nilai 90 sebanyak 0 siswa (0%), nilai 80 sebanyak 1 siswa (6,25%), nilai 70 sebanyak 4 siswa (25%) dan yang memperoleh nilai 60 sebanyak 7 siswa (43,75%). Sedangkan 50 sebanyak 4 siswa (25%). Maka secara garis besar dari sejumlah 16 siswa yang memperoleh nilai di atas KKM 65, sebanyak 5 siswa (31,25%) dan yang dibawah KKM sebanyak 11 siswa (68,75%). Nilai rata-rata 61,5. Hal ini dapat dinyatakan belum tuntas. Pada siklus II hasil prestasi belajar siswa yang memiliki nilai 100 sebanyak 9 siswa (56,25%), nilai 80 sebanyak 4 siswa (25%). Nilai 70 sebanyak 0 siswa (0%) dan yang memperoleh nilai 65 sebanyak 1 siswa (6,25%). Sedangkan 60 sebanyak 2 siswa (12,5%). Kesemua itu dari sejumlah 16 siswa. Siswa yang mempunyai nilai di atas KKM 65 sebanyak 14 siswa (87,5%) dan yang dibawah KKM sebanyak 2 siswa (12,5%). Nilai rata-rata 87,81 (81,81%). Rata-rata nilia tersebut berada di atas KKM, sehingga pembelajaran dengan menggunakan LLS dapat dinyatakan tuntas atau berhasil. Berdasarkan uraian tersebut, hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini “Jika pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial/IPS dengan menggunakan teknik active knowledge sharing of learning (pembelajaran yang mengembangkan berbagai pengetahuan secara aktif pada siswa) sebagai alat atau metode dalam kegiatan pembelajaran dapat meningkatkan prestasi belajar”, dapat diterima.
Copyrights © 2021