Pergeseran kebijakan ekonomi nasional yang mengikuti perkembangan ekonomi global telah membuat pemerintah untuk membenahi kegiatan ekonomi negara. Salah satu kegiatan ekonomi yang dibenahi adalah kegiatan perbankan. Kehadiran Lembaga keuangan syari`ah seperti BMT UGT (Usaha Gabungan Terpadu Sidogiri) merupakan pioner untuk membantu masyarakat kalangan menengah kebawah dalam memenuhi kebutuhan simpan pinjam nasabah. Untuk memenuhi kebutuhan nasabah yang beragam BMT UGT Sidogiri melakukan inovasi akad seperti penyertaan akad lain pada suatu akad tertentu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif meliputi observasi, interview dan liabrary research. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi akad bai bitsaman ajil (BBA) di BMT UGT Sidogiri cabang pembantu Asembagus mensyaratkan harus disertakan akad lain yakni akad wakalah, ada dua model dalam melakukan tersebut. Model pertama barang diserahkan ke BMT oleh nasabah yang menjadi wakil, baru kemudian diserah-terimakan kembali oleh BMT kepada nasaba. Hal ini diperbolehkan (sah) dalam hukum Islam dimana pihak BMT UGT Sidogiri dan Nasabah telah melakukan akad sesuai dengan syariat Islam dan ketentuan perbankan. Model kedua, barang langsung dibawa pulang oleh nasabah dan menjdi hak milik, tanpa terlebih dahulu diserahkan kepada BMT, model seperti ini tidak sah sebab tidak sesuai dengan hukum muamalat yang mengakibatkan terjadinya ittihadul qaabit wal muqbit yang dilarang oleh hukum Islam
Copyrights © 2021