Tujuan utama dari penelitian ini, yaitu mendeskripsikan sikap berbahasa Warga Negara Indonesia keturunan tionghoa yang ada di kota Makassar berdasarkan pendapat Fasold menggunakan teori yang kedua yakni teori mentalistik yang terdiri atas tiga komponen yakni sikap kognitif, afektif, dan konatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif, sumber data dalam penelitian ini yakni sikap berbahasa WNI keturunan Tinghoa di kota Makassar. Dari hasil yang diperoleh berdasarkan komponen kognitif, berdasarkan tabel deskriptif statistik memiliki rata-rata 14,95%. Hal ini menunjukkan bahwa sikap berbahasa pada komponen kognitif yakni tentang persepsi WNI keturunan Tionghoa yang ada di kota Makassar perihal bahasa Indonesia terbilang rendah atau masuk kedalam kategori buruk. Pada komponen afektif, berdasarkan deskriptif statistik memiliki rata-rata 14,16%. Hal ini menunjukkan bahwa sikap berbahasa pada komponen afektif yakni tentang keadaan emosional WNI keturunan Tionghoa yang ada di kota Makassar perihal bahasa Indonesia yang terdiri atas penilaian positif atau negatif terbilang rendah atau masuk kedalam kategori negatif. Berdasarkan komponen konatif, deskriptif statistik memiliki rata-rata 16,25%. Hal ini menunjukkan bahwa sikap berbahasa pada komponen konatif yakni kecenderungan untuk bertindak WNI keturunan Tionghoa yang ada di kota Makassar perihal bahasa Indonesia terbilang rendah atau masuk kedalam kategori kurang.
Copyrights © 2021