Reputasi organisasi merupakan daya tarik yang dihasilkan dari pengomunikasian identitas organisasi kepada stakeholder. Daya tarik tersebut mampu mendorong seseorang untuk merekomendasikan produk atau layanan organisasi ataupun membangun ikatan dengan organsiasi. Pengujian dampak reputasi organsiasi tersebut akan duji dalam konteks organisasi sektor publik yang bersaing dengan sektor swasta. Permasalahan yang diangkat adalah kondisi organisasi sektor publik yang dihadapkan dengan masalah stereotip buruk yang mengurangi daya tarik organisasi tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji hubungan antara reputasi organsiasi dengan intensi WOM dengan identifikasi organisasi sebagai variabel mediator. Penelitian ini menggunakan paradigma positivistik dengan pendekatan kuantitatif. Sampel diperoleh melalui teknik sensus terhadap pegawai dan pelanggan Technology Business Incubation Center (TBIC) Puspiptek. Metode yang digunakan untuk menganalisis data adalah PLS-SEM dengan total sampel yang akan diuji sebanyak 86 responden. Hasil penelitian menyebutkan bahwa identifikasi organisasi memberikan efek mediasi parsial terhadap pengaruh antara reputasi organisasi dengan intensi WOM. Hal tersebut menunjukan bahwa dorongan seseorang untuk melakukan WOM tidak hanya didasari oleh reputasi organisasi yang positif namun ada kontribusi dari ikatan antara dirinya dengan dirinya. Adapun penelitian ini memberikan implikasi bahwa organisasi sektor publik harus mampu menunjukan identitasnya kepada stakeholder sehingga timbul rasa keterikatan di antaranya.
Copyrights © 2021