Pembelajaran bahasa Arab di madrasah atau di sekolah dihadapkan pada berbagai permasalahan. Diantara permasalahan yang lebih menonjol dan katagori klasik adalah kelemahan siswa dalam menggunakan bahasa Arab sebagai alat komunikasi lisan dan tulis. Banyak variabel sebagai penyebab permasalahan tersebut baik yang bersifat mikro maupun makro. Banyak cara untuk memecahkan permasalahan tersebut. Di antara cara yang belum mendapat perhatian dan dipandang relevan serta aplikatif untuk diterapkan yaitu penerapan Hipotesi Input dan Pemerolehan yang digagas oleh Krashen. Untuk mewujudkan kedua hipotesis ini dalam peningkatan kemampuan berbahasa Arab siswa adalah (1) menghadirkan penutur asli dalam pembelajaran bahasa Arab, (2) guru menggunakan bahasa Arab sebagai media komunikasi di kelas secara gradual sesuai dengan tingkat kemampuan siswa, (3) pemberian kesempatan kepada siswa untuk menggunakan bahasa Arab, baik secara lisan maupun tulis, (4) pembentukan lingkungan berbahasa Arab baik lingkungan formal maupun informal, (5) penggunaan metode pembelajaran yang komunikatif-interaktif, (6) materi ajar berbasis kebutuhan siswa (kontekstual), (7) pemberian tugas berbasis keterampilan, dan (8) penilaian senyatanya. Kata kunci: hipotesis Input, hipotesis pemerolehan, peningkatan keterampilan berbahasa Arab
Copyrights © 2021