Wisata gastronomi adalah cara lain dalam menikmati atraksi wisata sekaligus melestarikan kebudayaan dibidang makanan dan minuman. Kawasan pertanian potensial yang akan dikembangkan sebagai daya tarik wisata gastronomi berada di Dusun Pahing dan Dusun Pon. Produk makanan ringan berbahan dasar hasil pertanian yang diuji adalah pangsit boled dan rengginang serta nasi liwet sebagai makanan utama. Berdasarkan Uji Karakteristik Organoleptik dan Uji Daya Terima Konsumen, Pangsit Boled Putih (PBP) berdasarkan uji hedonik terhadap panelis terlatih mendapatkan penilaian tertinggi yaitu sangat suka dan amat sangat suka. Berbeda nyata dibandingkan dengan Rengginang (RRT dan RRBP) mendapatkan penilaian suka dan sangat suka. Nasi Liwet produk kontrol (N1L1) berdasarkan uji daya terima konsumen, parameter aroma, rasa, warna, tekstur dan penampilan fisik lebih disukai dibandingkan produk sampel Kelompok PKK Randobawailir (N2L2). Kesimpulan uji daya terima konsumen, produk kode sampel N1L1 dan N2L2 dapat diterima oleh konsumen. Komponen wisata gastronomi menerapkan konsep CHSE yaitu kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan. Langkah-langkah pengembangan kawasan pertanian sebagai atraksi wisata gastronomi adalah pemilihan kawasan pertanian, penentuan produk lokal sebagai bahan dasar, jenis makanan olahan hasil pertanian, budaya pengolahan makanan, penyajian makanan dan menikmati makanan. Bentuk luaran penelitian adalah rencana pengembangan wisata gastronomi kawasan pertanian Desa Randobawailir Kabupaten Kuningan.
Copyrights © 2021