Perusahaan perbankan bergerak dalam bidang jasa keuangan yang kegiatan utamanya menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkan kembali dana tersebut ke masyarakat. Sehingga dalam menjalankan usaha tersebut Bank dituntut memiliki kemampuan dalam memanajemeni asset dan hutang untuk menghasilkan laba maksimal serta memiliki kinerja keuangan yang baik agar dapat menumbuhkan kepercayaan masyarakat. Tulisan ini ingin mengetahui kemampuan Asset Liability Management (ALMA), dan perbedaan dalam memanajemeni asset dan hutang Bank Persero dengan Bank Umum Swasta yang terdaftar di BEI. Data yang digunakan adalah data kuantitatif yang bersumber dari laporan neraca dan laporan laba rugi periode 2012-2016. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis rasio profitabilitas (ROA), manajemen gap (NIM), likuiditas (LDR), dan solvabilitas (DAR). Serta Uji Signifikasi Multivariat dan Uji Signifikasi Univariat. Setelah dilakukan perhitungan rasio diketahui bahwa Bank Persero dan Bank Umum Swasta memiliki kemampuan dalam memanajemeni asset dan hutang yang baik, karena nilai rata-rata ROA, NIM, LDR, dan DAR sebesar 2,60% dan 1,68%, 6,80% dan 6,01%, 89,69% dan 88,01%, 87,57% dan 85,30% sesuai dengan klasifikasi yang ditentukan oleh Bank Indonesia. Setelah perhitungan rasio, dilakukan pengujian melalui uji signifikasi multivariat dan uji signifikasi, menunjukan bahwa terdapat perbedaan dalam memanajemeni asset dan hutang antara Bank Persero dengan Bank Umum Swasta, adapun rasio yang menyebabkan perbedaan adalah ROA dan DAR.Sedangkan rasio NIM dan LDR tidak menunjukkan perbedaan.
Copyrights © 2017