JIKI
Vol. 14 No. 2 (2021): Jurnal Ilmu Keperawatan No 14 Vol 2 Oktober 2021

KESEJAHTERAN PSIKOLOGIS PADA INDIVIDU YANG MENGALAMI BROKEN HOME

Isnaini Budi Hastuti (Universitas Sahid Surakarta)
Desti Kirana (Universitas Sahid Surakarta)



Article Info

Publish Date
26 Oct 2021

Abstract

Broken home adalah kurangnya perhatian dari keluarga atau kurangnya kasih sayang orang tua sehingga membuat mental anak menjadi frustasi, brutal, dan susah diatur. Selain itu, istilah broken home juga digunakan untuk menggambarkan keluarga yang tidak harmonis dan tidak berjalan layaknya keluarga yang rukun dan sejahtera akibat seringnya terjadi konflik yang menyebabkan perpisahan (perceraian). Individu yang hidup di lingkungan keluarga broken home mempengaruhi kesejahteraan psikologis yang ada. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kesejahteraan psikologis pada individu yang mengalami broken home melalui pengalaman pada individu yang mengalami percerai orangtua. Metode penelitian kualitatif-fenomenologis. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini ada 7 orang. Hasil analisis Kesejahteraan Psikologis yang ada pada individu yang mengalami broken home ini dapat terpenuhi dengan baik apabila individu ini bisa memiliki pendukung dan motivasi yang baik dalam dirinya dalam menghadapi perceraian yang terjadi. Individu mencari sesuatu yang dapat memberikan dampak positif pada dirinya dan miliki sikap yang lebih baik juga mandiri dalam mengatasi permasalahannya. Dukungan dari orang terdekat juga teman-teman menjadi salah satu yang dapat membuat individu broken home dapat menjalani hidupnya dengan baik.

Copyrights © 2021






Journal Info

Abbrev

JIKI

Publisher

Subject

Nursing

Description

Didalam surat edaraan dirjen dikti tanggal 27 Januari 2012 no.152/E/T/2012 dikemukakan bahwa kelulusan Mahasiswa di Perguruan Tinggi setelah Agustus 2012 diberlakukan ketentuan bahwa untuk lulus program Sarjana Mahasiswa harus mempublikasikan artikel ilmiah pada jurnal ilmiah. Jurnal yang terbit ...