Jeringau Merah (Acorus sp.) telah digunakan secara empiris oleh masyarakat suku Dayak Kalimantan Barat untuk menyembuhkan penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek nefroprotektor ekstrak etanol rimpang jeringau merah. Uji dilakukan dengan membagi 24 tikus putih galur wistar dalam 6 kelompok: kontrol normal (CMCNa 0,5%), kontrol positif (curcuma 54 mg/kgBB), kontrol negatif (parasetamol 1350 mg/kgBB), kelompok perlakuan ekstrak etanol rimpang jeringau merah (P): P1 (250 mg/kgBB), P2 (500 mg/kgBB), dan P3 (750 mg/kgBB). Kelompok kontrol normal diberikan CMC-Na 0,5% selama 10 hari sedangkan kelompok kontrol negatif, kelompok kontrol positif, dan kelompok perlakuan diberikan sediaan selama 10 hari dan diinduksi dosis tunggal parasetamol hari ke-5 secara oral setelah 1 jam pemberian sediaan. Efektivitas nefroprotektor diamati dari kadar ureum. Data dianalisis dengan One Way ANOVA yang dilanjutkan dengan uji Post-Hoc LSD. Hasil analisis menunjukkan kadar ureum P1 dan P2 tidak berbeda signifikan dengan kontrol positif (p>0,05). Berdasarkan penelitian yang dilakukan ekstrak etanol rimpang jeringau merah berpotensi sebagai agen nefroprotektor dengan menurunkan kadar ureum. Dosis ekstrak etanol rimpang jeringau merah yang efektif sebagai nefroprotektor adalah 250 mg/kgBB. Kata kunci: Jeringau Merah (Acorus sp.), nefroprotektor, parasetamol, urea
Copyrights © 2019