Kawasan hutan konservasi memiliki peran dan fungsi yang sangat penting secara ekologis sebagai sumber perlindungan plasma nutfah untuk keanekaragaman hayati dan ekosistem yang ada. Meningkatnya populasi akan mempengaruhi meningkatnya perubahan lahan untuk mendukung kebutuhan dan kegiatan manusia. Mempertimbangkan peran dan fungsi penting hutan konservasi di Padang sehingga pengelolaannya perlu didukung oleh data dan informasi yang lengkap, valid dan aktual. Metode penelitian ini merupakan metode kuantitatif, dimana data citra satelit dianalisa dengan menggunakan metode klasifikas i terbimbing (supervised classification) dan algoritma klasifikasi kemungkinan maksimum (maximum likelihood classification) yang ada pada QGIS. Hasil analisis menunjukka n selama 10 tahun (2008-2018) telah terjadi perubahan tutupan lahan hutan konservasi di Kota Padang menjadi 8 tipe klasifikasi tutupan lahan yaitu air, jalan, pemukiman, hutan primer, hutan sekunder, sawah, lahan terbuka dan awan. Hasil pengkategorian perubahan tutupan lahan hutan konservasi di Kota Padang pada 5 tahun pertama (2008-2013) menunjukka n telah terjadi peningkatan laju kerusakan kawasan hutan yang ditandai dengan ketegori turun (sebanyak 2.788 piksel atau 1,03% dari luas kawasan). Begitu pula pada waktu 5 tahun II (2013-2018), terjadi peningkatan laju kerusakan kawasan hutan yang ditandai dengan ketegori turun (sebanyak 6.287 piksel atau 2,32% dari luas kawasan). Sehingga dalam kurun waktu 10 tahun telah terjadi peningkatan laju kerusakan kawasan hutan yang ditandai dengan ketegori turun (sebanyak 6.513 piksel atau 2,40% dari luas kawasan).
Copyrights © 2020