Leaving terrorism is a real thing that happened among Indonesian terrorists. Nevertheless, some experts and laypersons often do not believe that terrorists will leave their groups and their ideology. This study scrutinized leaving terrorism among Indonesia terrorists and push factors that lead to their transformation to be moderate and refuse violence in the pursuit of their goals. This study is based on interviews with five members Jamaah Islamiyah and twenty-five people that are related to them from friends and families. This study confirms that out-groups contact, including the targeted out-groups contact, becomes an important push factor for the subject to leave terrorism. Banyak ahli dan masyarakat umumnya tidak percaya bahwa teroris dapat meninggalkan ideologi dan kelompoknya. Penelitian ini mengkaji tentang beberapa mantan teroris Jamaah Islamiah yang meningalkan kegiatan teror serta kelompoknya. Selain itu, penelitian ini menjelaskan faktor yang mendorong perubahan mereka menjadi kaum moderat dan bahkan menolak kekerasan sebagai cara meraih tujuan politik dan keagamaan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan wawancara mendalam dan telaah literatur sebagai instrumen utama pengumpul data dan informasi. Narasumber penelitian ini adalah lima mantan anggota Jamaah Islamiyah dan dua puluh lima orang yang dianggap memiliki kaitan yang relevan dengan kelima orang tersebut. Temuan penelitian menjelaskan bahwa kontak dengan individu di luar jaringan merupakan faktor pendorong krusial yang mendorong individu keluar dari jaringan dan ideologi teror
Copyrights © 2019