Journal of Development and Social Change
Vol 4, No 2 (2021): Volume 4 no. 2 Oktober 2021

BODY SHAMING, CITRA TUBUH IDEAL DAN KAUM MUDA KAMPUS: STUDI FENOMENOLOGI TERHADAP MAHASISWA UNS

Dian Yustika Sari (Sebelas Maret Surakarta University)
Yuyun Sunesti (Unknown)



Article Info

Publish Date
29 Oct 2021

Abstract

Body shaming merupakan perbuatan mengolok-olok tubuh seseorang yang dinilai tidak sesuai dengan kriteria tubuh ideal menurut masyarakat luas. Tuntutan untuk mencapai tubuh ideal ini tidak hanya dirasakan oleh perempuan, namun juga laki-laki, serta dialami oleh berbagai usia, mulai dari usia anak, remaja, hingga dewasa. Meskipun banyak penelitian terdahulu yang menemukan bahwa body shaming terbukti berdampak negatif pada kehidupan sosial dan kesehatan psikologis korban, namun tindak body shaming ini nyatanya masih terus terjadi sampai sekarang. Penelitian ini dilakukan di Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS), yang mana seorang mahasiswa dituntut untuk dapat menghargai segala perbedaan yang ada, salah satunya perbedaan bentuk fisik seseorang. Namun nyatanya, tindak body shaming ini pun masih terjadi pada mahasiswa UNS. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengalaman body shaming yang dialami oleh mahasiswa UNS. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teori Tubuh Sosial Anthony Synnott dipilih untuk menjelaskan pemaknaan tubuh ideal dan faktor penyebab terjadinya body shaming, serta teori Interaksionisme Simbolik Herbert Blumer dipilih untuk menjelaskan respon korban dalam menghadapi body shaming. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tubuh ideal dimaknai sebagai tubuh yang tinggi dengan berat badan proporsional, berkulit putih atau sawo matang, wajah tidak berjerawat, dan rambut rapih, serta dapat membuat diri sendiri merasa nyaman, memiliki kepercayaan diri, dan pembawaan yang bahagia. Kemudian, faktor penyebab terjadinya body shaming yang dialami oleh mahasiswa UNS yaitu karena adanya konstruksi tubuh ideal dan ketidakpekaan sosial. Selanjutnya, bentuk-bentuk body shaming yang diterima oleh mahasiswa UNS terbagi ke dalam 2 kategori yaitu; (1) Ucapan, dan (2) Ucapan sekaligus tindakan. Kemudian, respon yang diberikan oleh korban body shaming yaitu; (1) Mengabaikan, (2) Melawan pelaku, (3) Menanggapi dengan candaan, dan (4) Memberikan pengertian.

Copyrights © 2021






Journal Info

Abbrev

jodasc

Publisher

Subject

Humanities Social Sciences

Description

Jurnal ini memfokuskan pada hasil penelitian, review teori dan metodologi dan juga review buku dalam perspektif keilmuan sosiologi terutama terkait pokok persoalan pembangunan dan perubahan sosial dalam persepektif nasional maupun internasional, Masyarakat, Komunitas, Kelompok Sosial dan Hubungan ...