Meskipun agregat dari sungai aliran Gunung Merapi sering dan sudah lama digunakan untuk lapis Asphalt Concrete-Wearing Course (AC-WC), pemeriksaan (pengujian) terhadap material perkerasan jalan termasuk agregatnya merupakan persyaratan suatu Perencanan Perkerasan Jalan. Pemeriksaan (pengujian) setiap saat dan lokasi terhadap agregat sebagai material perkerasan jalan sangat diperlukan mengingat dapat sebagai kontrol atau pembanding dari design (perencanaan) yang telah dilaksanakan dan sebagai gambaran atau perkiraan untuk perencanaan yang akan datang, sehingga dalam penelitian ini dilakukan pengujian laboratorium agregat dari beberapa sungai aliran lahar dingin Gunung Merapi yang digunakan sebagai bahan susun campuran AC-WC. Kinerjalaboratorium AC-WC meliputi : berat volume, stabilitas, kelelehan (flow), kuosien Marshall, VIM (void in mix), VMA (voids in the mineral aggregate), dan VFA (voids filled with asphalt). Proses pengaliran agregat di sungai bersifat terbuka di alam, dimungkinkan terjadi perubahan/perbedaan karakteristik dari agregat tersebut antara di hulu, pertengahan antara hulu dan hilir, dan hilir sungai, sehingga perlu diketahui seberapa besar perbedaannya. Titik pengambilan material : Sungai Boyong, Tlogoputri, Kaliurang, Sleman (Lokasi 1), Progo, Nanggulan Kulon Progo (Lokasi 2), Code, Gondolayu Yogyakarta (Lokasi 3), Kuning, Maguwo Sleman (Lokasi 4), Opak, Kretek Bantul (Lokasi 5), dan sungai Progo, Srandakan Bantul (Lokasi 6). Stabilitas AC-WC agregat dengan lokasi pengambilan di pertengahan antara hulu dan hilir sungai mempunyai nilai tertinggi, yang dipengaruhi oleh berat volume. Kuosien Marshall AC-WC agregat dengan lokasi pengambilan di pertengahan antara hulu dan hilir sungai mempunyai nilai tertinggi, kemudian di, hilir, dan terkecil di hulu sungai, tidak tergantung kepada nilai VIM dan VMA.
Copyrights © 2019