Dalam era globalisasi, kemampuan bersaing sudah menjadi prasyarat bagi perusahaan untuk tumbuh dan berkembang. Kemampuan bersaing bukan semata-mata dalam hal penentuan harga saja, tetapi juga termasuk persaingan utilisasi aset perusahaan. Aset perusahaan bukan semata-mata yang berbentuk fisik, tetapi dewasa ini ada dan berkembang konsep aset yang tidak bisa dipegang atau disentuh yang dikenal dengan istilah intangible asset. Pengetahuan sebagai intangible asset sudah menjadi sumber daya ekonomi kunci dan dominan, dan mungkin satu-satunya sumber dari comparative advantage. Kemampuan perusahaan untuk mengenali secara benar pengetahuan yang ada dan tingkat kontribusinya dalam sebuah bisnis proses akan mempengaruhi posisi perusahaan dalam sebuah kompetisi bisnis. Dengan diketahuinya tingkat kontribusi pengetahuan secara benar, akan terlihat tingkat kepentingan masing-masing proses. Dengan berdasar pada tingkat kontribusinya, dapat diambil banyak kebijakan yang mendukung keunggulan perusahaan dalam berkompetisi melalui pemanfaatan daya ungkit dan model pareto.
Copyrights © 2012