Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah In house training (IHT) sebagai sebuah strategi supervisi akademik dapat meningkatkan kemampuan guru SDN Dukuh 03 Salatiga dalam menyusun butir-butir soal HOTS. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan eksperimen kuasi. Penelitian ini dilakukan di SDN Dukuh 03 Salatiga, Bulan September 2019. Subjek dalam penelitian ini adalah 9 orang guru SDN Dukuh 03 Salatiga. Sumber data dalam penelitian ini adalah pengamatan aktivitas 9 (sembilan) orang guru SDN Dukuh 03 Salatiga dalam menjelaskan konsep penyusunan soal-soal dan menyusun butir-butir soal HOTS. Teknik analisis yang digunakan peneliti untuk menjawab persoalan penelitian adalah menggunakan teknik analisis yang bersifat deskriptif kualitatif. Indikator keberhasilan tindakan, yaitu: 9 (sembilan) orang guru SDN Dukuh 03 Salatiga yang menjadi subjek berhasil menyusun soal pada level C4, atau level penalaran. Hasil penelitian membuktikan bahwa supervisi akademik dengan menggunakan strategi In House Training (IHT) merupakan strategi yang tepat untuk diterapkan dalam meningkatkan kemampuan guru SDN Dukuh 03 Salatiga dalam menyusun butir-buti soal HOTS. Selain itu, hasil penelitian juga membuktikan bahwa peran kepala sekolah SDN Dukuh 03 Salatiga sebagai supervisor merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan penerapan stratagi In House Training (IHT). Terbuktinya penggunaan strategi In House Training (IHT) dalam meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun soal-soal HOTS tersebut menunjukkan bahwa ada baiknya strategi In House Training (IHT) digunakan juga sebagai sebuah model strategi dalam meningkatkan kemampuan guru SD di Salatiga. Sebab selain model tersebut juga murah, ternyata strategi tersebut juga dinilai efektif dan efisien. Kata Kunci : In House Training (IHT), Mengembangkan Instrumen Penilaian Berpikir Tingkat Tinggi, Guru SDN Dukuh 03 Salatiga
Copyrights © 2020