Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh empat alat pengering terhadap kadar lemak biji kakao di Sulawesi Tenggara. Pengeringan biji kakao terbagi menjadi dua, yaitu pengeringan dengan matahari dan pengeringan buatan. Kadar air biji kakao setelah dipanen masih tinggi, yaitu sekitar 51% - 60% sehingga memberikan peluang yang besar untuk cepat membusuk akibat adanya pertumbuhan mikroorganisme. Oleh karena itu, dengan adanya pengeringan, dapat mengurangi kadar air dalam biji. Kandungan lemak pada produk lemak kakao yang diolah dari biji kakao fermentasi sempurna memiliki nilai tertinggi yaitu 99,87%. Hal ini dikarenakan biji kakao fermentasi sempurna memiliki kandungan lemak lebih tinggi daripada biji kakao tanpa fermentasi maupun fermentasi tidak sempurna. Dengan kandungan lemak yang tinggi tersebut lemak kakao relatif tidak mudah tengik, di samping mempunyai kadar air yang sangat rendah. Hasil penelitian menunjukkan analisis data F hitung (3,75) lebih kecil dari F Tabel 1 % (4,89), maka perlakuan empat alat pengering tidak berpengaruh secara nyata (P<0,01) terhadap kadar lemak biji kakao.
Copyrights © 2017