Sulawesi Selatan memiliki lahan kering seluas 4.429.747 Ha sebagai potensi pengebangan jagung. Pengembangan jagung pada lahan kering seluas 60-70%. Pengkajian bertujuan meningkatkan produksi jagung dalam pola tumpang sari diantara tanaman cengkeh. Kegiatan disusun menurut rancangan petak terpisah (RPT), tiga ulangan, lima varietas jagung sebagai petak utama (PU) dan dosis pupuk anorganik tiga level sebagai anak petak (AP). Pengkajian dilaksanakan dengan tidak mengolah tanah (TOT) diantara tanaman cengkeh. Pengamatan dilakukan terhadap komponen pertumbuhan dan komponen hasil. Perlakuan tunggal varietas NK-Sumo memberikan produksi pipilan kering jagung tertinggi (9,8 t/ha) dan berbeda nyata dengan perlakuan tunggal varietas lainnya. Perlakuan tunggal dosis pupuk rekomendasi memberikan produksi pipilan kering jagung lebih tinggi (8,85 t/ha) dan berbeda nyata dengan perlakuan tunggal dosis pupuk lainnya. Interaksi varietas NK-Sumo dengan dosis pupuk rekomendasi memberikan produksi pipilan kering jagung tertinggi (10.30 t/ha).
Copyrights © 2020