Rhodamin B adalah salah satu pewarna sintetis yang biasa digunakan pada industri tekstil dan kertas. Zat ini ditetapkan sebagai zat yang dilarang penggunaannya pada makanan melalui Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) No.239/Menkes/Per/V/85. Penggunaan pewarna tersebut jika dikonsumsi dalam jangka waktu yang lama dapat mengakibatkan gangguan fungsi hati maupun kanker. Berdasarkan permasalahan di atas maka perlu dilakukan analisis kualitatif dan kuantitatif untuk mengidentifikasi Rhodamin B pada makanan dan kosmetik. Beberapa metode telah dikembangkan dan diterapkan untuk mengidentifikasi kandungan Rhodamin B dengan menggunakan teknik analisis yang berbeda. Metode yang paling banyak digunakan untuk analisis kandungan Rhodamin yaitu metode spektrofotomerti kemudian HPLC dan metode-metode lainnya.
Copyrights © 2020