Edible film merupakan lapisan tipis yang memiliki fungsi untuk melapisi makanan atau membungkus makanan. Edible film harus aman karena terkadang edible film merupakan bagian dari makanan. Kimpul mempunyai potensi yang baik sebagai bahan dasar pembuatan edible film karena kandungan amilosanya yang tinggi. Salah satu fungsi edible film adalah untuk memperpanjang masa simpan sehingga apabila suatu edible film mempunyai kemampuan sebagai antimikrobia, akan memberikan nilai lebih. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kemampuan ekstrak jahe dalam menghambat pertumbuhan mikroba pada edible film pati kimpul dan menentukan karakteristik edible film pati kimpul dengan penambahan ekstrak jahe. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial. Faktor pertama adalah konsentrasi ekstrak jahe (10, 15, dan 20%) sedangkan faktor kedua yaitu jenis jahe (Gajah, Emprit, dan Merah). Hasil penelitian terbaik diperoleh dari perlakuan konsentrasi ekstrak jahe 20% dan jenis Jahe Merah didasarkan pada hasil pengujian antimikroba terbaik. Pada perlakuan ini dihasilkan kadar air edible film 11,70%%, ketebalan 0,09 mm, kuat tarik 1,1 MPa, zona hambat terhadap E.coli 1,1 cm, zona hambat terhadap S. aureus 1,6 cm.
Copyrights © 2021