Manajemen waktu proyek dengan tahapan mendefinisikan proses-proses yang perlu dilakukan selama proyek berlangsung berkaitan dengan penjaminan agar proyek dapat berjalan tepat waktu dengan tetap memperhatikan keterbatasan biaya serta penjagaan kualitas produk/service/hasil unik dari proyek. Tujuan dari studi kasus ini yaitu mengoptimalkan dan mentukan lintasan kritis dengan metode Critical Path Method (CPM) dan Project Evaluation Review Technique (PERT) dan dicari metode mana yang paling optimal penggunaannya. Penelitian ini dilakukan dengan mengambil data time schedule yang diperoleh dari PT. Naura Libra Jaya yang menangani rencana penjadwalan proyek pekerjaan pembangunan kantor & garasi, gudang yonkav-13/SL kutai kartanegara kalimantan timur (paket-v) pada bulan Juni 2016. Dari data tersebut dapat dihitung lintasan kritis dan nilai optimum dengan membuat tahap-tahap penyelesaian yaitu, meyusun daftar rencana kegiatan pelaksanaan pembangunan proyek, menyusun network planning, menentukan perhitungan maju dan mundur. Durasi optimal penyelesaian pekerjaan peningkatan pada proyek pembangunan kantor garasi & barak, gudang yonkav-13/SL kutai kartanegara kaltim (paket-v) yang didapat dalam menggunakan metode CPM adalah 117 hari sedangkan, metode PERT 87 hari, sehingga dapat dikatakan waktu yang lebih cepat adalah metode PERT.
Copyrights © 2020