Bendungan Teritip Balikpapan merupakan bendungan tipe urugan homogen. Bendungan tipe urugan memiliki resiko terhadap rembesan, sehingga rembesan perlu diperhitugkan sehingga dapat diketahui debit aliran rembesan agar tidak melewati batas kritis aliran rembesan serta pengaruhnya terhadap stabilitas lereng bendungan. Beberapa hal tersebut melatarbelakangi rumusan masalah bagaimanakah analisis hidrologi apabila metode yang digunakan adalah Metode Iwai Kadoya? ; Bagaimanakah menganalisis kapasitas rembesan pada bendungan? ; dan bagaimanakah menganalisis stabilitas lereng tubuh bendungan Tertitip di Balikpapan dengan tujuan dan maksud untuk melakukan analisis terhadap rembesan dan pengaruh stabilitas lereng akibat rembesan pada tubuh Bendungan Teritip Balikpapan. Debit puncak berdasarkan kala ulang 50 tahun adalah 120,310 m3 /detik, elevasi ketinggian muka air banjir +23,0 debit rembesan didapatkan sebesar 7,39 × 10-1 , kecepatan rembesan (v) = 1,06 × 10-7 m/detik, kecepatan kritis (C) = 2,31 × 10-2 m/detik. Stabilitas lereng dihitung menggunakan metode Irisan Bidang Luncur Bundar, hasil perhitungan menghasilkan angka keamanan rata-rata di bagian lereng hilir 3,5 dan di bagian lereng udik 2,6 dalam kondisi muk air banjir dan memenuhi FK minimum yaitu 1,2.
Copyrights © 2020