Kebakaran merupakan bencana yang berdasarkan penyebab kejadiannya tergolong sebagai bencana alam (natural disaster) maupun bencana non-alam yang di akibatkan oleh kelalaian manusia (man-made disaster). Jumlah dan kepadatan penduduk yang cukup tinggi akan mempengaruhi keseimbangan kota, salah satunya adalah perumahan di kota Samarinda, mengakibatkan berkembangan permukiman padat. Meningkatnya proporsi permukiman padat ini, telah menyebabkan peningkatan aktivitas bagi pemenuhan kebutuhan masyarakat tidak selalu disertai dengan kepedulian akan pentingnya keamanan dan keselamatan dari ancaman bencana, salah satunya kebakaran. . Teknik pengumpulan data dalam pernelitian ini yaitu, dokumentasi, survey lapangan, observasi dan wawancara. Berdasarkan hasil survey material atap dominan seng dan dinding dominan kayu sehingga bangunan masuk kategori mudah terbakar. Untuk lebar jalan antara 1.5m s/d 3m sehingga lebarnya tidak cukup untuk dilewati mobil Damkar. Tidak terdapat sumber air di wilayah penelitian tetapi tedapat sungai Karang Mumus sepanjang jalan Pesut sehingga memudahkan dalam mengisian kembali air pada mobil Damkar. Sebagai antisipasi dini sebagai upaya terhadap bahaya kebakaran. Saran yang dapat diberikan adalah meningkatkan perawatan, pengecekan sarana dan sosialisasi kepada masyarakat mengenai bahaya kebakaran.
Copyrights © 2020