"> Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh layanan bimbingan kelompok terhadap keterampilan berkomunikasi siswa. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalahquasi eksperimental design dan menggunakan model nonequivalent control group design. Sebelum diberi treatment atau perlakuan, baik kelompok eksperimen atau kelompok kontrol diberi test yaitu berupa pretest. Dengan maksud untuk mengatahui keadaan kelompok sebelum diberikan treatment atau perlakuan. Kemudian untuk kelompok eksperimen diberi berupa treatment atau perlakuan sedangkan kelompok kontrol tidak diberikan perlakuan. Kemudian setelah diberikannya treatment pada kelompok eksperimen diberikan kembali tes pada kelompok eksperimen dan juga pada kelompok kontrol yang tidak diberi treatment berupa Posttest, untuk mengetahui keadaan kelompok eksperimen setelah diberikannya treatment. Dari hasil analisis statistik dengan uji- t, diketahui bahwa adanya perbedaan keterampilan berkomunikasi yang signifikan antara kondisi posttest kelompok kontrol dan posttest kelompok eksperimen yang ditunjukkan oleh rata rata hasil posttestkelompok kontrol sebesar = 138.73 dengan keofisien sebesar 3.797 dengan α> 0.05 dan kelompok eskperimen yang dirunjukkan oleh rata-rata = 143.73 dengan koefisien sebesar 28.454 dengan α > 0.05. Dilihat dari rata-rata menunjukkan bahwa keterampilan berkomunikasi di kondisi posttest kelompok ekperimen mengalami peningkatan bila dibandingkan dengan kondisi postest kelompok kontrol. Ini artinya bahwa layanan bimbingan kelompok memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan keterampilan berkomunikasi sebesar = 24.675.Kata Kunci: Layanan Bimbingan Kelompok, Keterampilan Berkomunikasi
Copyrights © 2019