Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan berfikir kreatif dan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang diajar dengan pembelajaran kooperatif tipe STAD dan siswa yang diajar dengan pembelajaranProblemSolving di kelas VIII. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian quasieksperimen. Populasinya adalah seluruh siswa kelas VIII MTs Madinatussalam Sei Rotan. Analisis data dilakukan dengan analisis varian (ANAVA). Hasil temuan ini menunjukkan: 1) Kemampuan berfikir kreatif dan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang diajar dengan pembelajaran kooperatif tipe STAD tidak lebih baik daripada siswa yang diajar dengan pembelajaranProblemSolving pada materi lingkaran; 2) Kemampuan berpikir kreatif siswa yang diajar dengan pembelajaran kooperatif tipe STAD lebih baik daripada siswa yang diajar dengan pembelajaran ProblemSolving pada materi lingkaran; 3) Kemapuan pemecahan masalah matematika siswa yang diajar dengan pembelajaran kooperatif tipe STAD lebih baik daripada siswa yang diajar dengan pembelajaranProblemSolving pada materi lingkaran; 4) Terdapat interaksi yang signifikan antara model pembelajaran yang digunakan terhadap kemampuan berpikir kreatif dan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. Simpulan penelitian ini menjelaskan bahwa kemampuan berpikir kreatif dan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa lebih sesuai diajarkan dengan pembelajaran kooperatif tipe STAD daripada pembelajaranProblemSolving.Kata Kunci : Kemampuan Berpikir Kreatif dan Kemampuan Pemecahan Masala Matematika, Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD, PembelajaranProblemSolving
Copyrights © 2019