KDRT bisa menimpa siapa saja, meski keluarga dianggap sebagai tempat terbaik tumbuh kembang anak. Beberapa laporan menunjukkan bahwa anak dalam keluarga, seringkali menjadi korban kekerasan yang dilakukan oleh anggota keluarga baik secara langsung maupun tidak langsung. Padahal dampak dari kekerasan ini memiliki kemungkinan yang sama berupa trauma psikologis bagi anak-anak dan pada akhirnya menyebabkan mereka memiliki persepsi yang salah tentang kekerasan tersebut, dan menganggap bahwa kekerasan adalah salah satu cara yang tepat untuk menyelesaikan masalah tersebut.Pengalaman menonton, mendengar, bahkan mengalami kekerasan dalam keluarga tidak diragukan lagi akan menimbulkan efek negatif pada psikologis anak. Ada di antara anak-anak yang mengalami kekerasan saat kecil, mengalami trauma berkepanjangan dan berujung pada depresi perilaku. Namun ada juga beberapa kasus yang justru menunjukkan bahwa anak yang pernah mengalami kekerasan di masa lalu nantinya akan menjadi pelaku kejahatan yang sama seperti yang dialaminya dulu. Tidak hanya pengobatan jangka pendek yang harus menjadi fokus utama penanganan kasus trauma yang terjadi pada anak. Namun juga harus diupayakan penanganan jangka panjang dalam pemulihan gangguan stres pasca trauma pada anak yang mengalami trauma. Maka, sambil membangkitkan kembali rasa percaya diri pada anak, dukungan keluarga dan masyarakat menjadi sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang sehat bagi anak yang hidup di masa kini dan masa depan.Kata Kunci : Trauma dan Psikis
Copyrights © 2021