Pada masa keemasan Islam psikologi ditekuni dan dikembangkan oleh dua kalangan, filusuf dan sufi, yang melahirkan psikologi-falsafiu dan psikologi-sufistik. Mereka telah melahirkan konsep tentang jiwa secara menyeluruh dengan melakukan kajian terhadap nas-nas naqliyah dan melakukannya dengan metode empiris (perenungan, observasi, dan praktik) secara sistematis, spekulatif, universal, dan radikal. Terkait dengan hal tersebut, hubungan antara kajian psikologi dalam Islam dan Psikologi dalam pandangan Barat memiliki daya tarik tersendiri. Dalam studi psikologi, paradigma psikologi dalam perspektif Islam, dan sikap ilmuwan terhadap kajian psikologi Islam dapat di telusuri melalui beberapa pandangan. pertama adalah dengan menelusuri ayat-ayat Al-qur’an dan Al-hadis yang memotivasi manusia untuk mengkaji dirinya sendiri. Kedua, dilatarbelakangi oleh kajian tentang akhlak dan tasawuf dan berbagai kajian yang berkaitan dengan upaya membangun kesehatan mental manusia, hal tersebut membuat para ilmuwan Islam klasik melakukan kajian mendalam tentang jiwa. Kajian ini juga menyertakan para filsuf Muslim yang membahas ruh dan nafs dengan mengadopsi kajian roh dari filsafat Yunani, selama lebih kurang tujuh abad psikologi dibahas dalam kajian filsafat dan tasawuf.
Copyrights © 2019