Latar Belakang. Monosodium glutamat (MSG) adalah bahan aditif yang banyak digunakan sebagai penyedap. Beberapa penelitian sebelumnya melaporkan bahwa terjadi kerusakan pada hepar akibat pajanan MSG. Namun penelitian lain menunjukkan adanya kemampuan hepar untuk beregenerasi. Metode. Penelitian ini merupakan studi in vivo dengan pendekatan eksperimental murni. Dua puluh tujuh tikus dibagi dalam 9 kelompok, terdiri atas 3 kelompok perlakuan dengan 3 periode penghentian pajanan yang berbeda; Kelompok kontrol (K), perlakuan 1 (P1), dan perlakuan 2 (P2) diberikan aquades, MSG dosis 4 dan 6 g/kgBB, masing-masing selama 28 hari dan dikorbankan pada hari ke 1, 28, dan 56 pasca pajanan dihentikan. Pembuatan preparat jaringan hepar menggunakan pewarnaan Haematoxylin-Eosin. Skoring derajat kerusakan histopatologi hepar ditentukan menggunakan mikroskop cahaya pada perbesaran 400x. Data dianalisa menggunakan uji One way ANOVA kemudian dilanjutkan uji Post hoc LSD. Hasil. Derajat kerusakan hepar pada P1 dan P2 lebih tinggi dari K setelah satu hari penghentian pajanan MSG (p<0,05). Setelah pajanan MSG dihentikan selama 28 dan 56 hari, derajat kerusakan hepar pada P1 dan P2 tidak berbeda bermakna dengan K yang menandakan terjadinya proses regenerasi (p>0,05). Kesimpulan. Penghentian pajanan MSG menyebabkan penurunan derajat kerusakan hepar yang menunjukkan terjadinya proses regenerasi.
Copyrights © 2018