Latar Belakang: Penyakit apendisitis merupakan penyebab nyeri abdomenakut yang paling sering ditemukan di bidang bedah dan memerlukan tindakanpembedahan segera untuk mencegah komplikasi. Pemeriksaan hitung jumlahleukosit dapat membantu menegakkan diagnosis apendisitis danmembedakan antara apendisitis akut dan apendisitis perforasi. Tujuan:Penelitian ini secara umum bertujuan untuk mengetahui hubungan antarajumlah leukosit dengan apendisitis akut dan apendisitis perforasi di RSUDokter Soedarso Pontianak. Penelitian ini secara khusus untuk mengetahuigambaran jumlah leukosit pada pasien apendisitis akut dan apendisitisperforasi di RSU Dokter Soedarso Pontianak. Metode: Penelitian inimerupakan studi analitik dengan metode potong lintang. Pengambilansampel dilakukan secara consecutive sampling dengan jumlah sampelsebanyak 100 rekam medik pasien yang telah menjalani apendektomi danmelakukan pemeriksaan hitung jumlah leukosit preoperasi saat pertama kalidatang ke IGD. Data dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil: Pasienapendisitis akut dengan jumlah leukosit 5.000-10.000 sel/mm3 dijumpai pada20 pasien (33,33%), 10.000-18.000 sel/mm3 dijumpai pada 38 pasien(63,33%) dan >18.000 sel/mm3 dijumpai pada 2 pasien (3,34%). Pasienapendisitis perforasi dengan jumlah leukosit 5.000-10.000 sel/mm3 dijumpaipada 7 pasien (17,5%), 10.000-18.000 sel/mm3 dijumpai pada 16 pasien(40%) dan >18.000 sel/mm3 dijumpai pada 17 pasien (42,5%). Terdapathubungan yang sangat bermakna secara statistik antara jumlah leukositdengan apendisitis akut dan apendisitis perforasi (p=0,000). Kesimpulan:Terdapat hubungan yang sangat bermakna antara peningkatan jumlahleukosit dengan kejadian apendisitis akut dan apendisitis perforasi di RSUDokter Soedarso Pontianak.Kata kunci: Jumlah leukosit, apendisitis akut, apendisitis perforasi
Copyrights © 2013