JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang
Vol 7, No 3 (2020): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2020

PEMETAAN LOKASI RAWAN BENCANA BANJIR BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) DI KECAMATAN PONTIANAK TIMUR DAN PONTIANAK UTARA

Muhammad Ricky Syahbani (Unknown)
Gusti Zulkifli Mulki (Unknown)
Hendri Firdaus (Unknown)



Article Info

Publish Date
01 Dec 2020

Abstract

Banjir adalah salah satu bencana alam yang sering dialami oleh masyarakat Pontianak. Banjir yang terjadi di Kecamatan Pontianak Timur dan Pontianak Utara setiap tahunnya menimbulkan kerugian. Salah satu penyebab banjir adalah curah hujan tinggi dan pasangnya air laut. Tujuan penelitian ini adalah untuk merumuskan pemetaan rawan banjir di Kecamatan Pontianak Timur dan Pontianak Utara yang berbasis Sistem Informasi Geografi (SIG). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik hirarki proses analitik. Populasi dari penelitian ini adalah masyarakat Kecamatan Pontianak Timur dan Pontianak Utara dengan total 68 responden di 34 titik lokasi. Hasil penelitian terhadap tiga indikator yang telah berada dalam analisa dan data serta informasi dari kuesioner yang disebarluaskan di 34 titik lokasi penelitian. Daerah di Kecamatan Pontianak Timur dan Pontianak Utara yang terkena dampak banjir diakibatkan oleh curah hujan yang terus menerus dan pasangnya air laut sehingga ketika musim hujan melebihi kapasitas saluran drainase maka menyebabkan banjir di wilayah tersebut. Berdasarkan hasil analisis overlay pemetaan daerah kawasan rawan banjir di Kecamatan Pontianak Utara dan Pontianak Timur diperoleh tingkat rawan banjir di Kecamatan Pontianak Utara dan Pontianak Timur dengan luas 1335 Ha (25,05%), tingkat sedang dengan luas 1621 Ha (30,42%) dan tidak rawan banjir dengan luas 2372 Ha (44,53%).Kata kunci : AHP, banjir, sistem informasi geografis.

Copyrights © 2020






Journal Info

Abbrev

JMHMS

Publisher

Subject

Civil Engineering, Building, Construction & Architecture

Description

Pesatnya perkembangan di dunia pendidikan mengakibatkan peningkatan kebutuhan terhadap bangunan tinggi sebagai sarana dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah. Bersumber pada Standar Nasional Indonesia (SNI 1726-2019) mengenai Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Struktur Bangunan Gedung ...