Terjadinya pergantian musim secara terus menerus, sehingga ditemukan beberapa bulan yang tidak seharusnya mengalami musim kemarau, dan mengalami kurangnya kebutuhan air dibeberapa wilayah. Dampak dari sering mengalami kekeringan, banyak analisa yang di temukan untuk mengetahui bulan basah dan bulan kering untuk suatu wilayah yang akan di analisa. Lokasi yang akan dianalisa berada di DAS Sambas Kalimantan Barat Indonesia. DAS Sambas memiliki luas yaitu 7.463 km2 yang terbentang dari Kabupaten Sambas sampaiĀ Kabupaten Bengkayang yang meliputi banyak statsiun hujan memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Dari hasil perhitungan klasifikasi kekeringan dengan menggunakan Theory of Run nilai basah lebih tinggi dari nilai kering, dengan perbandingan nilai selisih basah dan keringnya sangat kecil yaitu 3,62%, jadi di DAS Sambas dari tahun 1989-2018 tidak mengalami kekeringan, tetapi dengan selisih yang kecilĀ kemungkinan di DAS Sambas rawan terjadinya kekeringan. Tingkat kekeringan paling parah terdapat pada bulan Agustus di tahun 1994 dengan persentase 22%, sedangkan nilai basah tertinggi pada bulan Februari tahun 2016 dengan persentase 267 %.Kata kunci : Kekeringan, DAS Sambas
Copyrights © 2020