JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang
Vol 8, No 2 (2021): JeLAST Juni 2021

EVALUASI GEOMETRI JALAN ANGKUT TAMBANG DARI FRONT PENAMBANGAN MENUJU LOKASI WASHING PLANT PT CITA MINERAL INVESTINDO TBK (CITA) KECAMATAN SANDAI KABUPATEN KETAPANG

Femi Tania (Unknown)
M. Khalid Syafrianto (Unknown)
Septami Setiawati (Unknown)



Article Info

Publish Date
04 Jun 2021

Abstract

Kondisi jalan angkut yang belum mengikuti standar akan menyebabkan alat angkut tidak dapat berfungsi secara optimal dan kondisi kerja yang tidak aman. Oleh karena itu diperlukannya evaluasi geometri jalan angkut tambang guna tercapainya operasi pengangkutan yang lebih aman dan nyaman bagi operator untuk melalui jalan angkut di PT Cita Mineral Investindo Tbk site Sandai. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan mengevaluasi geometri jalan angkut yang terdapat di perusahaan. Metode penelitian yang dilakukan yaitu pengamatan dan pengukuran geometri jalan angkut tambang secara langsung di lapangan. Pengolahan dan analisis data berupa lebar jalan, kemiringan jalan, superelevasi, dan kemiringan melintang menggunakan metode AASTHO. Hasil dari penelitian diperoleh nilai lebar jalan lurus yaitu berkisar 8–31 meter. Lebar pada tikungan sebesar 29 meter dengan jari-jari tikungan sebesar 18,66 m, superelevasi sebesar 0,04 dan beda tinggi sebesar 0,73m pada sisi tikungan terluar. Kemiringan jalan berkisar antara 0,20-20,24% dan beda tinggi cross slope rata-rata sebesar 0,25m. Evaluasi geometri jalan angkut berupa penambahan lebar jalan lurus yang belum maksimal selebar 1 m pada STA0+243-STA0+264 sepanjang 21 meter. Kemudian kemiringan jalan pada beberapa STA perlu disesuaikan dengan kemampuan daya tanjak alat dengan cara dilakukan penggalian dengan total volume sebanyak 4015,809 m3 dan penimbunan dengan total sebanyak 3297,182 m3.Kata Kunci: Evaluasi, Geometri, Jalan Angkut Tambang.

Copyrights © 2021






Journal Info

Abbrev

JMHMS

Publisher

Subject

Civil Engineering, Building, Construction & Architecture

Description

Pesatnya perkembangan di dunia pendidikan mengakibatkan peningkatan kebutuhan terhadap bangunan tinggi sebagai sarana dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah. Bersumber pada Standar Nasional Indonesia (SNI 1726-2019) mengenai Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Struktur Bangunan Gedung ...