JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang
Vol 8, No 1 (2021): JeLast Edisi Februari 2021

KAJIAN PENGARUH PENYEMPITAN PARIT TOKAYA TERHADAP KENAIKAN MUKA AIR DI HULU

Linggar Sulistio (Unknown)
Kartini Kartini (Unknown)
Umar Umar (Unknown)



Article Info

Publish Date
08 Feb 2021

Abstract

Saluran drainase Parit Tokaya Kota Pontianak pada segmen Pasar Flamboyan mengalami penyempitan akibat aktivitas perdagangan. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh penyempitan Parit Tokaya terhadap kenaikan muka air di hulu (kondisi eksisting) serta melakukan skenario normalisasi pada segmen yang mengalami penyempitan. Skenario normalisasi dilakukan dengan melebarkan dimensi saluran yang mengalami penyempitan (STA 00+750). Analisis hidrodinamik menggunakan software HEC-RAS dengan menggunakan data analisis hidrologi, data penampang saluran, dan data pasang surut. Hasil penelitian menunjukan pengaruh penyempitan pada kondisi eksisting tanpa hujan tidak terjadi banjir, pada kondisi hujan periode ulang 2 tahun (Q2) luas area banjir sebesar 25,213%, pada kondisi hujan peridoe ulang 5 tahun (Q5) luas area banjir sebesar 74,272%, dan pada kondisi hujan peridoe ulang 10  tahun (Q10) luas area banjir sebesar 79,824%. Setelah dilakukan skenario normalisasi pada STA 00+750 yang memiliki lebar eksisting 5 meter, dilakukan pelebaran menjadi 12 meter, perubahan elevasi muka air paling signifikan hanya terjadi pada kondisi hujan periode ulang 2 tahun (Q2) karena terjadi penurunan luas area banjir dari 25,213% menjadi 9,531% .Sedangkan pada kondisi hujan periode ulang 5 tahun (Q5) dan 10 tahun (Q10), walau terjadi penurunan elevasi muka air dan penurunan prsentase luas area banjir, namun penurunan tersebut tidak signifikan.Kata kunci: banjir, drainase, HEC-RAS, normalisasi, pasang surut.

Copyrights © 2021






Journal Info

Abbrev

JMHMS

Publisher

Subject

Civil Engineering, Building, Construction & Architecture

Description

Pesatnya perkembangan di dunia pendidikan mengakibatkan peningkatan kebutuhan terhadap bangunan tinggi sebagai sarana dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah. Bersumber pada Standar Nasional Indonesia (SNI 1726-2019) mengenai Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Struktur Bangunan Gedung ...