Penelitian ini dilakukan untuk melihat peran budaya organisasi pembelajaran sebagai moderator dalam hubungan antara knowledge-sharing dan kreativitas karyawan. Penelitian menggunakan metode kuantitatif cross-sectional dan 166 sampel diambil dari berbagai organisasi yang bergerak di industri kreatif di Indonesia. Terdapat lima variabel kontrol yaitu jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan, masa kerja, dan sistem kerja dalam penelitian ini. Metode analisis menggunakan moderation regression analysis oleh Hayes (2017) dan harman’s single factor test unuk menguji common method bias. Alat ukur yang digunakan adalah knowledge-sharing yang terdiri dari 8 item (α = 0,689), budaya organisasi pembelajaran dengan 7 item (α = 0,894) dan kreativitas karyawan sebanyak 4 item (α = 0,818). Hasil penelitian menunjukkan tidak ada pengaruh signifikan dari budaya organisasi pembelajaran terhadap hubungan antara knowledge-sharing dan kreativitas (p = 0,6682, p > 0,005). Penelitian selanjutnya perlu mempertimbangkan alat ukur lain yang dapat menangkap konstruk budaya organisasi pembelajaran, sampel penelitian pada satu organisasi sehingga karyawan dapat memberikan pandangan mengenai budaya organisasinya dengan lebih baik, dan faktor-faktor lain dalam pengembangan kreativitas karyawan seperti variabel-variabel lain menjadi moderator.
Copyrights © 2021