Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh red mud dan pupuk kandang sapi terhadap ketersediaan N, P, dan K pada lahan pasca tambang bauksit di PT. Antam Kabupaten Sangau. Penelitian menggunakan metode eksperimen lapangan dengan pola Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 4 perlakuan dengan 5 ulangan sehingga terdapat 20 petak percobaan, dimana sampel tanah diambil pada kedalaman 0-30 cm dan di analisis di laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan D (4,5 kg/bedeng red mud + 50 kg/bedeng pupuk kandang sapi) dapat meningkatkan pH tanah dari 4.77 menjadi 7,12 atau meningkat 49,3 %, meningkatkan C-organik tanah dari 1, 45 % menjadi 4,7 % atau meningkat 224,1% dan meningkatkan K yang dari 0,42 cmol(+)kg-1 menjadi 4,93 cmol(+)kg-1 atau meningkat 1074%. Perlakuan C (3 kg/bedeng red mud + 40 kg/bedeng pupuk kandang sapi) dapat meningkat P tersedia dari 4,83 ppm menjadi 62,64 ppm atau meningkat 366,8%, meningkatkan pertumbuhan tinggi 144,64 cm atau meningkat 31,3% dan diameter batang jagung 25,816 cm atau meningkat 61,2%. Perlakuan B (1,5 kg/bedeng red mud + 30 kg/bedeng pupuk kandang sapi) dan perlakuan C (3 kg/bedeng red mud + 40 kg/bedeng pupuk kandang sapi) sama- sama dapat meningkatkan N total dari 0,28 % menjadi 0,55 % atau meningkat 96,4 %. Kata Kunci: Red Mud, Ketersedia Hara, Lahan Pasca Tambang
Copyrights © 2021