Minat merupakan suatu modal yang paling meyakinkan demi keberhasilan suatu proses belajar. Seseorang yang mempunyai minat terhadap suatu pelajaran dengan sendirinya akan merasa senang dalam mengikuti pelajaran tersebut. Fenomena yang mendasar di SMP Muhammadiyah 7 Surakarta pada saat pembelajaran berlangsung, guru menyajikan materi ibadah yang menggunakan metode ceramah, membuat siswa kurang bersemangat. Sebagai bukti, ditemukan sebagian besar siswa tidak memperhatikan penjelasan guru, mereka cenderung melakukan hal-hal yang tidak mendukung proses pembelajaran, seperti ribut dengan teman sebangku, keluar masuk kelas, dan bahkan ada yang buang kertas untuk dilempar ke teman. Oleh karena itu, seorang guru perlu menciptakan suasana yang kondusif di dalam kelas. Dengan demikian, siswa yang tadinya kurang berminat menjadi lebih berminat.Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana upaya guru dalam meningkatkan minat belajar ibadah di SMP Muhammadiyah 7 Surakarta tahun pelajaran 2017/2018? Sedangkan tujuan dalam penelitian ini untuk mendeskripsikan upaya guru dalam meningkatkan minat belajar ibadah di SMP Muhammadiyah 7 Surakarta.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa SMP Muhammadiyah 7 Surakarta. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif yang dilakukan dengan memberikan makna terhadap data yang berhasil dikumpulkan, dan dari makna itulah ditarik kesimpulan dengan pola pikir induktif.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa upaya yang dilakukan guru dalam meningkatkan minat belajar ibadah di SMP Muhammadiyah 7 Surakarta, yaitu: (1) Memulai pelajaran menggunakan cerita yang berhubungan dengan materi yang diajarkan; (2) Memberikan perhatian khusus pada siswa yang mulai jenuh berupa pertanyaan spontan; (3) Menggunakan media pembelajaran, seperti: LCD slide power point dan memutarkan film; (4) Menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi, yaitu: metode demonstrasi (praktek) dan diskusi kelas; (5) Melaksanakan pembelajaran di luar kelas, seperti di lingkungan masjid sekolah; dan (6) Memberlakukan reward and punishment, reward yang diberikan berupa tambahan nilai, dan punishment yang diberikan berupa merangkum materi yang belum dipahami
Copyrights © 2018