Gagal jantung merupakan penyakit yang membutuhkan regimen pengobatan yang lama dan kompleks. Tingginya tingkat kekambuhan pada pasien dengan gagal jantung menyebabkan kemungkinan lama hari perawatan atau kemungkinan untuk dirawat kembali (readmission) di rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemanfaatan teknologi terhadap tingkat readmission pada pasien gagal jantung. Review sistematis digunakan sebagai metode dalam penelitian. Artikel diperoleh dari PubMed, ProQuest, ScienceDirect, dan EBSCO dengan kata kunci pencarian:“Management Technology”, “Heart Failures”, dan “Readmission”. Artikel yang terbit dalam 10 tahun terkahir dan berbahasa Inggris dilakukan proses review. Selanjutnya, artikel dianalisis menggunakan analisis konten. Terdapat tiga artikel penelitian yang memenuhi kriteria dan mengindikasikan luaran penelitian. Pasien dengan gagal jantung memiliki resiko tinggi untuk dirawat inap kembali (readmission). Upaya pemanfaatan teknologi dalam menurunkan readmission dapat berupa interactive voice response system (IVRS) dengan daily self-management dan clinical monitoring, penggabungan pelatihan telepon perawatan transisi dengan telemonitoring, dan home telemonitoring. Terdapat pengaruh pada readmission 30 hingga 180 hari pada pasien gagal jantung. Inti dari Pemanfaatan teknologi yakni pasien gagal jantung mampu secara mandiri melakukan self-management. Sebagai upaya penurunan readmission pasien gagal jantung, maka perlunya manajemen teknologi interaktif agar pasien dapat memantau kondisinya selama perawatan di rumah.
Copyrights © 2021