Literasi sastra di Medan semakin berkembang. Penulis sastra khususnya cerita pendek kini tidak hanya didominasi oleh orang-orang dari komunitas-komunitas yang sudah sejak lama lahir, melainkan dari individu-individu tanpa komunitas.Tulisan bertujuan ini mendeskripsikan ketidakadilan gender dalam buku kumpulan cerita pendek Alif karya Dhea Puspita dkk. dengan metode kualitatif deskriptif. Sedangkan metode pengumpulan data menggunakan metode simak dan analisis data secara induktif. Hasil kajian menemukan bahwa terdapat lima bentuk ketidakadilan gender dalam buku tersebut, yaitu 1) Subordinasi pada cerita pendek Bubur Basi, Lestari, dan Sujud Cinta Di Atas Sajadah; 2) Marginalisasi pada cerita pendek Bubur Basi, dan Lestari; 3) Beban Ganda pada cerita pendek Terbesit Dendam Yang Tertinggal; 4) Stereotipe pada cerita pendek Ujian Hati, Alif, Ambisi Sandra, dan Mimpi Indah; dan 5) Kekerasan pada cerita pendek Terbesit Dendam, Cintaku Hanya Sebatas Impian, Menanti Di Kotaku, Lestari, dan Sujud Cinta Di Atas Sajadah. Kata kunci: ketidakadilan gender, kumpulan cerita pendek Alif , feminisme
Copyrights © 2020