AbstrakArtikel ini membahas tentang gerakan pembaharuan Islam di Minangkabau. Gerakan pembaharuan Islam di Minangkabau terjadi dalam tiga fase yakni fase pertama pada abad ke-18 yang dipelopori oleh Tuanku Nan Tuo dari Koto Tua, fase kedua pada abad ke-19 yang digerakkan oleh tiga Haji berfaham Wahabi dan fase ketiga awal abad ke-20 oleh pemuka-pemuka agama berfaham modernis yang melakukan berbagai upaya pembaharuan atau modernisasi ke dalam institusi Pendidikan Islam. Artikel ini menggunakan metode sejarah mulai dari proses Heuristik (pengumpulan Sumber), Kritik terhadap sumber-sumber tertulis baik primer maupun sekunder, interpretasi dan penulisan. Artikel ini menyimpulkan bahwa (1), fase pertama gerakan pembaharuan yang dipelopori oleh Tuanku Nan Tuo dari Koto Tuo dilakukan dengan cara-cara yang persuasif dengan tujuan mengubah perilaku jahiliah Minangkabau, (2) Fase gerakan pembaharuan yang kedua terjadi lewat sejumlah tindakan kekerasan, bersifat memaksa dan berujung konflik antara kaum adat dan kaum Padri, dimana tujuan utamanya memurnikan ajaran Islam (3) fase ketiga bertujuan untuk mengubah berbagai perilaku bid’ah yang masih dipraktekkan dan pembaharuan ditempuh dengan melakukan modernisasi dalam sistem Pendidikan Islam. Tiga fase ini berperan penting dalam proses masuknya Islam sebagai identitas khas Minangkabau yang sangat identik dengan Islam dan masih dipertahankan hingga saat ini.Kata Kunci; Minangkabau, Gerakan Pembaharuan Islam, Identitas
Copyrights © 2021