Kebenaran atas realitas sosial tidak hadir dalam ruang hampa, konstruksi realitas memiliki kaitan erat dengan ideologi media, dan sudut pandang wartawan dalam mengkonstruksi sebuah realitas sosial. Berita yang ada di media sampai saat ini masih menempatkan perempuan pada posisi yang kurang menguntungkan, oleh karena itu penelitian ini melihat cara Harian Tribun Timur dan Harian Fajar Makassar memberitakan kasus pembunuhan Siti Zulaeha Djafar. Metode yang digunakan yaitu analisis wacana Sara Mills, penelitian ini dilakukan dengan menganalisis tiga unsur utama dalam teks, yakni, analisis posisi subjek, analisis posisi objek, dan analisis posisi pembaca.Hasil yang diperoleh menunjukan secara keseluruhan, wartawan lebih cenderung menulis berita yang menempatkan Wahyu Jayadi sebagai subjek, ketimbang Zulaeha sebagai korban yang perlu mendapat kesetaraan dalam sebuah pemberitaan.
Copyrights © 2020