Pendidikan agama diharapkan membantu peserta didik untuk semakin mempunyai pemahaman dan penghayatan yang benar tentang agamanya. Pendidikan Agama mengajarkan dua dimensi, yakni dimensi vertikal, relasi manusia dengan Tuhan dan dimensi horizontal, relasi manusia dengan sesamanya. Memberi perhatian pada dimensi horizontal sebagai bentuk pengajaran bahwa manusia harus hidup dalam kasih, sebagaimana Tuhan yang mengasihi manusia. maka dari itu, pertikaian, peperangan, pembunuhan, yang mengatasnamakan relasi dengan Tuhan adalah bentuk kegagalan dalam memahami ajaran agama. Ajaran agama bukan sebagai alat untuk memusuhi mereka yang berbeda, melainkan untuk merangkul dan berjalan bersama menuju kebaikan. Berbagai macam cara dilakukan untuk menangkal kecenderungan radikalisme agama yang terjadi, salah satunya adalah dengan menerapkan nilai-nilai multikulturalisme yang menghargai semua perbedaan manusia dan juga menerapkan dialog supaya manusia tetap saling berkomunikasi dan membuat sebuah kesepakatan bersama untuk hidup berdampingan dalam damai. Pendidikan Agama secara khusus Agama Katolik sangat mempunyai andil besar dalam mewujudkan nilai multikuturalisme dan dialog.
Copyrights © 2021