BERITA BIOLOGI
Vol 21, No 3 (2021): Berita Biologi

STATUS KESEHATAN TANAH PERTANIAN CABAI ORGANIK DAN KONVENSIONAL: TINJAUAN KELIMPAHAN POPULASI BAKTERI, ENZIM TANAH DAN POTENSI RHIZOBAKTERI SEBAGAI PEMACU PERTUMBUHAN TANAMAN (RPPT)

Agung Adi Nugroho (Research Center for Biology-Indonesian Institute of Sciences (LIPI))
Tirta Kumala Dewi (Research Center for Biology-Indonesian Institute of Sciences (LIPI))
Risa Okiana Safitri (Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University)
Sapto Nugroho Hadi (Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University)
Entis Sutisna (Research Center for Biology-Indonesian Institute of Sciences (LIPI))
Nani Mulyani (Research Center for Biology-Indonesian Institute of Sciences (LIPI))
Sarjiya Antonius (Research Center for Biology-Indonesian Institute of Sciences (LIPI))



Article Info

Publish Date
27 Dec 2021

Abstract

Cabai merupakan komoditas pertanian dengan nilai ekonomi cukup tinggi. Budidaya cabai konvensional cenderung menggunakan bahan agrokimia berlebihan yang dapat menimbulkan dampak negatif. Tujuan penelitian ini adalah membandingkan kesehatan tanah pada budidaya tanaman cabai organik dan konvesional berdasarkan parameter populasi bakteri RPPT dan aktivitas biokimia tanah serta mengidentifikasi potensi RPPT sebagai kandidat pupuk hayati. Populasi bakteri RPPT dan aktivitas biokimia tanah pertanian cabai organik lebih tinggi dibandingkan konvensional. Populasi bakteri RPPT tanah cabai organik meliputi total bakteri, bakteri pelarut P, penghasil IAA, proteolitik dan penambat N2 lebih tinggi yaitu berkisar 1,06 x 106 - 25,15 x 106 cfu/g dibandingkan tanah cabai konvensional 0,34 x 106 – 7,46 x 106 cfu/g. Aktivitas enzim tanah cabai organik seperti enzim fosfomonoesterase, urease dan respirasi yaitu 130,73 μg pNP g-1 jam-1; 165,65 µg N-NH4 g-1 jam-1; 0,14 CO2mg tanah/jam, secara berurutan. Aktivitas RPPT dari tanah cabai organik memiliki potensi pelarut P dan penghasil IAA yang cukup tinggi. Kandungan N tanah pertanian organik dan konvesional  tidak banyak berbeda, tetapi kandungan C dan P lebih tinggi pada tanah pertanian cabai organik, sedangkan kandungan K cenderung lebih rendah. Secara keseluruhan kesehatan tanah berdasarkan populasi bakteri, biokimia tanah dan sifat kimia tanah cabai organik lebih baik dibandingkan konvensional.

Copyrights © 2021