Aktivitas belajar siswa kelas II di SDN 01 Kabunan masih kurang memuaskan demikian pula dengan hasil prestasi belajarnya. Hal ini ditunjukkan dengan kondisi awal keadaan siswa yang aktif 17% (6 anak), kurang aktif 28% (10 anak) dan tidak aktif 55% (20 anak), adapun jumlah siswa yang berprestasi baik 20% (7 anak), berprestasi sedang 22% (8 anak), dan berprestasi kurang 58% (21 anak). Upaya pemecahan masalah dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut; (1). perencanaan tindakan (2). Pelaksanaan tindakan. (3). Pengamatan, (4). Refleksi. Dalam penelitian ini terdiri dari dua siklus, pada siklus 1 guru menggunakan model pembelajaran scramble pada kelompok besar yang terdiri dari 6 siswa, dan pada siklus 2 model pembelajaran scramble digunakan untuk kelompok kecil yang terdiri dari 2 siswa. Untuk memperoleh data keaktifan siswa guru menggunakan lembar observasi adapun data prestasi diambil dari hasil evaluasi yaitu ulangan harian. Dari hasil pembelajaran siklus 1 diperoleh hasil data keaktifan Siswa yang aktif meningkat menjadi 59,3%, cukup aktif menurun menjadi 25,1%, kurang aktif menurun menjadi 15,7%. pada siklus 2 diperoleh data ada peningkatan untuk siswa aktif meningkat menjadi 81,8%, cukup aktif menurun menjadi 15,5% kurang aktif menurun menjadi 2,7%. Berdasarkan hasil penelitian diatas disimpulkan banhwa penggunaan model pembelajaran sramble dapat meningkatkan keaktivan dan prestasi belajar siswa kelas II SDN 01 Kabunan semester 2 tahun pelajaran 2019/2020.Kata Kunci: Aktifitas belajar, Kegiatan belajar, Model pembelajaran Scramble.
Copyrights © 2021