Admisi dan Bisnis
Vol 18, No 2 (2017): JUNI 2017

STRATEGI REKONSTRUKSI EKONOMI PADA USAHA MIKRO DAN KECIL SEKTOR PERTANIAN DI KECAMATAN SELO BOYOLALI

Karnowahadi Karnowahadi (Jurusan Administrasi Bisnis, Politeknik Negeri Semarang, Semarang, Indonesia)
Budi Prasetya (Jurusan Administrasi Bisnis, Politeknik Negeri Semarang, Semarang, Indonesia)
Suryadi Poerbo (Jurusan Administrasi Bisnis, Politeknik Negeri Semarang, Semarang, Indonesia)



Article Info

Publish Date
19 Oct 2018

Abstract

Penelitian ini mengkaji strategi rekonstruksi ekonomi dalam transformasi ke pertanian berbasisindustri pada usaha mikro dan kecil sektor pertanian di Kecamatan Selo Boyolali. Sebagairesponden penelitian adalah para petani yang bermukim di wilayah Selo Boyolali. Jumlahsampel dalam penelitian ini sebanyak 31 responden yang terdiri dari tiga kelompok petani, yaitupetani wortel, petani sayuran, dan petani palawija. Alat statistik yang digunakan dalammenganalisis data yang telah dikumpulkan adalah descriptive analysis, analisis uji beda, sertaanalisis servqual.Sebagian besar para petani (80%) di wilayah Selo memiliki kultur budaya yang mendukungrekonstruksi ekonomi dalam transformasi ke pertanian berbasis industri. Namun jika dilihat darisisi pertanian berbasis industri, para petani memiliki keinginan menuju ke arah tersebut namunmasih diliputi keraguan. Keraguan ini mungkin berasal dari perasaan para petani yang merasakurang memiliki pengalaman di bidang pertanian industri. Keinginan untuk merekonstruksiekonomi usaha pertanian ke pertanian industri sangat kuat namun belum mendapatkan dukungandari pihak-pihak terkait. Hal ini terlihat dari batas skor empiris minimum yang cukup tinggi(lebih dari 60%). Sedangkan dilihat dari Budaya Modern, sebagian besar petani (sekitar 70%)sangat mengetahui arti pentingnya modernisasi usaha di bidang pertanian.Hasil rata-rata skor yang didapatkan dari penelitian kali ini, antara petani wortel, petani sayuran,serta petani palawija tidak memiliki perbedaan secara signifikan. Hal ini berarti bahwa perlakuanyang diberikan kepada para petani juga tidak perlu dibeda-bedakan antar ketiga kelompok petanitersebut. Jika terdapat kebijakan dari pemerintah atau sosialisasi tentang pertanian, maka seluruhpetani diundang tanpa kecuali. Dengan demikian pembinaan dan pendampingan terhadap parapetani menjadi lebih mudah.Dari hasil analisis servqual kinerja terlihat bahwa terdapat beberapa hal yang perlu ditingkatkan,antara lain :ikatan masysrakat yang tidak menghambat atau membatasi para petani dalamberusaha di bidang pertanian. pembinaan dan pendampingan petani dalam menyelesaikanpersoalan yang dihadapi

Copyrights © 2017






Journal Info

Abbrev

admisi

Publisher

Subject

Economics, Econometrics & Finance

Description

Admisi dan Bisnis Journal receives articles from research and literature review in social and technology. Focus of Admisi dan Bisnis Journal are : 1. Economics 2. Management 3. Secretarial 4. Business Administration 5. Information System in Business 6. ...